iBz

ink down the beautiful

Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Wednesday, October 24, 2012

Bridge To Terabithia 2 Chapter 5

Chapter 5: Rintihan Leslie.

Malamnya, Ricky kembali membaca buku berwarna biru pemberian Jess itu. Dia sudah membaca sampai halaman 6. Dia terhenti sejenak ketika membaca bacaan 'Jika kau ingin membaca halaman 7, kau harus bersama sahabatmu'. "Ah, aku butuh Bissy." Gumam Ricky. "Baiklah aku akan melanjutkan ini besok, aku sudah mengantuk." Kata Ricky. Ricky naik ke tempat tidurnya dan langsu
ng tertidur.

Keesokan harinya, pada siang hari sesuai dengan janjinya, Ricky pergi ke depan rumahnya dan menunggu kedatangan Bissy. " Haduh, kok Bissy lama sekali, ya? Jangan jangan dia tidak boleh keluar rumah." Gumam Ricky. Tetapi, tak berapa lama datanglah Bissy dengan baju berwarna biru dan memakai celana jeans panjang. "Hey Bissy! Apa kabar?" Sapa Ricky. "Baik baik saja, Rick. kau?" Tanya Bissy. "Luar Biasa." Jawab Ricky. "Emm, ngomong ngomong, kau mau memberitahuku apa?" Tanya Bissy. "Oh, aku ining memberitahumu sesuatu tentang Terabithia, karena aku membutuhkan sahabat untuk pergi kesana," kata Ricky. "Terabithia itu apa sih?" Tanya Bissy. "Ceritanya panjang, sebaiknya kita duduk saja di sana," Kata Ricky sambil menunjuk batu yang ada di dekat hutan. "oh, baiklah," kata Bissy. Mereka berjalan menuju batu itu. "Kau duduk di batu saja, Bissy. aku duduk di tanah." Kata Ricky. "Baiklah, sekarang Terabithia itu apa? aku jadi penasaran" Kata Bissy. "Ok, Terabithia adalah kerajaan imajinasi di tengah hutan" Kata Ricky. "Tengah hutan? hutan ini?" Tanya Bissy sambil menunjuk hutan yang ada dibelakangnya. "Sepertinya bukan, karena kalau kita mau kesana, kita harus melewati jalan, kemudian kita ke padang rumput. Disana ada sebuah hutan dan itulah hutan Terabithia." Jelas Ricky. "Baiklah, darimana kau tahu semua itu?" Tanya Bissy. "Dari buku yang diberikan Jess, pemilik lama rumahku," Kata Ricky. "Pemilik lama? Memangnya kau sudah berapa lama tinggal di rumah itu?" Tanya Bissy. "Baru baru ini, hampir barengan kau," jawab Ricky. "Oh begitu. Emm, sepertinya aku pernah melihat nama Jess dirumahku," Kata Bissy. " hah? Dimana?" Tanya Ricky. "oh iya. Tulisan itu ada di kamarku. tulisan itu berisi 'Jess adalah sahabat terbaikku'". Kata Bissy. "Tidak salah lagi, itu Leslie!" Kata Ricky. "Leslie? Siapa lagi dia?" Tanya Bissy. "Dia adalah sahabat Jess yang telah menemukan Terabithia. Tapi dia meninggal saat sedang menyebrang menuju Terabithia" Kata Ricky. "Darimana kau tahu?" Tanya Bissy. "Semuanya kutahu dari buku biru itu!" kata ricky. "Ah iyalah aku mengerti. oh iya Rick, ngomong ngomong umurmu berapa?" Tanya Bissy. "Umurku 13 tahun. kalau kau?" Tanya Ricky. "Oh, sama. Sungguh kebetulan."kata Bissy. "Ya baguslah." Kata Ricky.

Ketika mereka sedang asyik mengobrol, tiba tiba terdengar suara rintihan yang berasal dari dalam hutan. "Tolong.... Aku....". "Hei! Kau dengar suara itu?" Tanya Bissy. "Ya, ayo kita kejar suara itu" Kata Ricky. Mereka berdua lari menuju sumber suara. "Hey, kau mau kemana?" TEriak Bissy. "Aku akan menyelamatkan Leslie" Kata Ricky. "Tapi, Leslie sudah meninggal bukan?" Tanya Bissy. "Sebenarnya tidak, dia dipernjara di penjara Darkmaster. Kita harus selamatkan dia!" Kata Ricky. "Selamatkan? Bagaimana caranya?" Tanya Bissy. "Entahlah." Kata Ricky. Mereka pun sampai di sumber suara. Ricky melihat sekeliling, dan dapatlah ia, Leslie dengan ciri ciri yang sama seperti yang Jess lihat dulu. "Itu Dia!" Teriak Ricky. "Mana? Mana?" Tanya Bissy. seketika itu juga Leslie menghilang. "Dia menghilang." Kata Ricky kecewa. "Bagaimana kau bisa yakin itu Leslie?" Tanya Bissy. "Dari buku." Jawab Ricky singkat. Akhirnya mereka berjalan pulang. "hmm, kita harus membaca buku biru itu, karena dihalaman 7 itu kosong, hanya bisa dibaca oleh sepasang sahabat, mungkin kita bisa," Jelas Ricky. "Oh, Baguslah" Kata Bissy. KEtika mereka sudah sampai di luar hutan, mereka berpisah untuk pulang,

To be continued...
Next Chapter: Ini dia, Terabithia! 
Read More

Bridge To Terabithia 2 Chapter 4

Chapter 4: The Next New Comers

Keesokan harinya, Ricky bangun jam 10 pagi dan langsung menuju ke bawah untuk sarapan. Dia makan sereal saja, tetapi itu sudah cukup baginya. "Aku dengar di rumah sebelah ada tetangga baru." Kata Mark. "Benarkah?" Tanya Jade penasaran. "Ya, dia datang tadi malam." Kata Mark. "Ya sudah, kita kunjungi mereka setelah sarapan" Usul Jade. "iya baiklah" Kata Mark. "Aku ak
an membawa buku itu" Gumam Ricky.

Setelah sarapan, keluarga Phillips mengunjungi tetangga barunya. ketika itu rumah yang waktu itu kotor, berubah jadi bersih. "Hei, ini terlihat lebih bersih daripada yang kemarin!" Gumam Ricky. "Apa katamu, Ricky?" Tanya Jade. "Emm, bukan apa apa" Kata Ricky. "Baiklah, ini dia!" Kata Mark sembari menunjukkan rumah bekas Leslie itu. Mark memencet tombol bel yang ada di rumah itu, ternyata belnya sudah tidak berfungsi. "belnya sudah rusak" Kata Mark. "Ketuk saja pintunya" Usul Jade. Akhirnya Mark mengetuk pintunya. Tiba tiba terdengar suara lembut seorang perempuan. " iya, tunggu sebentar." Kata perempuan itu. Tak berapa lama, pintu terbuka dan muncullah seorang perempuan cantik dengan rambut panjang bergelombang dengan mata coklat, dan sedikit lebih tinggi dari Ricky. Ricky terdiam melihat anak perempuan itu. Dia baru sekali ini melihat perempuan secantik itu. "Silahkan masuk." Ajak perempuan itu. "iya, terima kasih nak." Ucap Jade senang. Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruang tamu yang bersih dan rapi, mereka duduk di sofa. Orang tua perempuan itu pun muncul dan memberi salam hangat pada mereka. Setelah itu mereka semua mengobrol, kecuali Ricky dan anak perempuan itu. Anak perempuan itu sepertinya melihat buku yang dipegang Ricky. "Te-ra-bi-thia" Gumam perempuan itu dengan terbata bata. Ricky kaget, karena Ricky lah satu satunya yang bisa membaca buku itu. "Hey, kau bisa membaca judul buku ini?" bisik Ricky. "Apa?" Jawab Bissy. "Apakah kau bis-" Percakapan mereka berdua terpotong ketika Mark memperkenalkan keluarga nya.

"Ini anak saya Ricky Phillips. Ini istri saya Jade Phillips. Dan saya sendiri Mark Phillips." Kata Mark memperkenalkan. "Kalau saya Nick Jefferson, dia istri saya Jennifer Jefferson, Dan ini anak kami, Bissy Jefferson." Kata Nick, ayah Bissy. "Oh, jadi nama dia Bissy." Gumam Ricky. para orang tua pun melanjutkan percakapannya. Tapi tiba tiba Bissy mengusulkan sesuatu. "Ma, sebaiknya aku main saja bersama Ricky di atas, sekalian berkenalan." Usul Bissy. "itu ide yang baik, yasudah" Jennifer mengiyakan. Ricky pun berdiri dan menghampiri Bissy. sedangkan para orangtua melanjutkan percakapan.

Ricky dan Bissy berjalan menuju ke atas. Ricky masih penasaran kenapa Bissy bisa membaca judul buku itu. "Hey Bissy, Kau bisa baca tulisan di buku ini?" Tanya Ricky. "Ya bisalah, semua orang juga bisa. memangnya itu buku apa sih? kok judulnya aneh banget?" Tanya Bissy. "Tunggu, tunggu sebelum aku menjawab pertanyaanmu, kau jawab dulu pertanyaanku." Kata Ricky. "Baiklah, Rick" Kata Bissy. "Hei, namaku Ricky!" Ricky membenarkan. "Tapi aku boleh memanggilmu Rick, kan?" Tanya Bissy. "Terserah kau saja. Tapi bagaimana kau bisa membaca buku ini? Orangtuaku saja tidak bisa membaca buku ini. Katanya, buku ini polos." Kata Ricky. "Ah masa? aku saja bisa membacanya." Kata Bissy. Tiba tiba ada suara memanggil. "Bissy!" Teriak Jennifer. "Iya bu" Teriak Bissy. "ayo, kita harus kesana" Ajak Bissy. "Ayo" kata Ricky. mereka pun lari menuju ruang tamu. "iya apa bu?" Tanya Bissy. Keluarga Phillips akan pulang." Kata Jennifer. "Ayo Ricky, kita pulang." Ajak Mark. "Besok siang, temui aku di depan rumahku. aku ingin memberitahumu sesuatu." Bisik Ricky. Bissy hanya mengangguk. Keluarga Phillips akhirnya sudah di depan pintu. "Terima kasih ya!" Kata Jade. "Iya, kapan kapan kesini lagi ya." Kata Nick. "Ya Pasti" Kata Jade. Akhirnya mereka pun pulang ke rumahnya. ketika diperjalanan mau pulang, mereka bercakap cakap. "Bissy itu gadis yang cantik ya?" Tanya Jade kepada Mark. " Ya benar, bagaimana menurutmu Ricky?" tanya Mark. "Dia akan menjadi sahabatku. Sahabat" Jawab Ricky

To be continued...

Next Chapter: Rintihan Leslie.
Read More

Bridge To Terabithia 2 Chapter 3

Chapter 3: First New Comers

Jess dan seluruh keluarganya sudah berada di dalam mobil. mereka pun akhirnya pergi. ketika mobilnya sampai di depan rumah Leslie, Jess melihat rumah itu dengan tatapan yang tajam. "Leslie..." Jess merintih dan mengeluarkan satu tetes air mata, airmata Persahabatan. "Jess, kenapa kau menangis?" tanya Mary. "Tidak, aku tidak menangis. hanya kelilipan" Jawab Jess be
rbohong. "kalau begitu, tutup jendelanya" suruh Mary. "iya, bu" Kata Jess. Mereka pun melanjutkan pergi ke New York.

5 bulan sudah berlalu semenjak rumah Jess kosong. Rumah itu belum ada yang membeli. Tetapi, akhirnya rumah itu ada yang membeli juga. Yaitu keluarga Phillips. Keluarga Phillips terdiri dari tiga anggota. Mark Phillips, berambut pendek berwarna kecoklatan, lumayan tinggi, dan bermata coklat. Jade Phillips, rambut sebahu berwarna hitam, tubuhnya agak pendek dan mata berwarna hitam. Dan yang terakhir Ricky Phillips, seorang anak yang berimajinasi tinggi, umurnya baru 13 tahun, mata berwarna hitam, rambut pendek berwarna hitam, tinggi sekitar 145 cm.

"Akhirnya kita mendapatkan rumah ekonomis yang dikelilingi hutan, pasti akan sejuk." kata Mark. "Ohh...yeaa..." Kata Ricky lemas. "Kita harus membereskan semua ini, Mark. Ricky, kau ke atas saja. Dan bereskan barangmu" suruh Jade. "Baiklah, bu." Jawab Ricky. Ricky pun mengambil barangnya dqan segera ke atas, ke kamarnya, bekas kamar Jess. "Huh, pasti tidak ada yang menarik di sekitar sini, hanya ada hutan!" Gerutu Ricky. Ricky langsung duduk di tempat tidur dan melihat sekelilingnya. "Lumayan sih. Hey! apa itu?" Ricky bertanya tanya dalam hatinya. Ricky melihat sesuatu di pojok ruangan. "Itu seperti kertas," Gumam Ricky. Ternyata itu benar, selembar kertas. Ricky menghampiri kertas itu. Tiba tiba dia merasakan jantung nya berdebar debar sangat keras. Ricky semakin dekat dengan kertas itu dan semakin berdebarlah jantungnya. Ricky jongkok dan berhasil mendapatkan kertas itu. Ricky membuka kertas itu perlahan dan dia baca kertas itu. isi kertas itu adalah:

UNTUK SIAPAPUN YANG AKAN TINGGAL DIRUMAHKU
HAI, NAMAKU JESS. AKU INGIN MEMBERITAHU SESUATU YANG LUAR BIASA PADAMU. DI LUAR SANA, DI TENGAH HUTAN, ADA SEBUAH KERAJAAN BERNAMA TERABITHIA. GERBANG KERAJAAN ITU ADALAH JEMBATAN BERWARNA UNGU. DISANA, SAHABATKU, LESLIE DIPENJARA DI PENJARA DARKMASTER. AKU INGIN KAU MELANJUTKAN PERJALANANKU, MENYELAMATKAN LESLIE. JIKA KAU INGIN KESANA, JANGAN SENDIRI! KAU HARUS BERSAMA SAHABATMU, KARENA KAU MEMBUTUHKANNYA. KUNCI DARI SEMUANYA ADALAH 'BUKALAH PIKIRANMU SELUAS-LUASNYA. TOLONG, JAGA TERABITHIA DAN SELAMATKAN LESLIE. TERIMAKASIH PENDATANG BARU!

Ricky bingung dengan isi surat itu. "Apa maksudnya ini? Apakah benar ada kerajaan di tengah hutan? Ah, aku tidak percaya! Tapi sepertinya isi kertas itu sangat meyakinkan. lagi pula, jika aku kesana, aku tak punya teman" Gumam Ricky. "Oh iya, aku ingat. tadi aku melihat ada rumah lain di sekitar sini. Tapi aku tidak yakin rumah itu ada orangnya atau tidak." gumam Ricky. "Baiklah, nanti sore aku akan kesana" kata Ricky. Sorenya, Ricky ingin pergi ke rumah itu. ketika ingin membuka pintu, tiba tiba datang Jade. "Ricky, kau mau kemana?" tanya Jade bingung. "Umm, aku mau lihat sekeliling." Jawab Ricky. "Baiklah, tapi jangan jauh jauh, nanti kau tersesat" Kata Jade. Ricky pun langsung keluar dan menuju rumah itu.

Di perjalanan, Ricky sudah bisa melihat rumah yang besar itu. Ricky berjalan terus, terus dan akhirnya sampai di depan rumah itu. "Ternyata rumah ini tidak ada orangnya. kelihatan dari luar, rumah ini sangat tidak terurus." Gumam Ricky. "Artinya, aku tidak punya teman untuk pergi ke Tera- Terabi- Tera apalah itu. aku tidak tahu" gumam Ricky. "Sudahlah, aku akan pulang." Kata Ricky. Ricky pun pulang kerumahnya dengan kecewa. "sudah lihat lihatnya?" tanya Jade. "Sudah, bu" Jawab Ricky lemas. Ricky langsung ke kamarnya dan membaca surat dari Jess itu berulang kali. "hmm, Darkmaster? siapa Darkmaster itu? Aku memang harus mengetahui semuanya!" kata Ricky. Sambil berpikir, Ricky melihat laci yang ada di seberang tempat tidurnya. "Apa ya isi laci itu?" Kata Ricky. Ricky penasaran, dan langsung menuju ke laci itu. ketika sudah sampai di laci itu dia membuka laci itu satu per satu. Ternyata, di laci itu tak ada apa apanya. Ricky kecewa, dia duduk di lantai sambil menghadap ke kasurnya. "Hei, hei, hei apa itu yang ada di kolong kasur" Kata Ricky. Ricky menghampiri kasurnya dan dia jongkok untuk melihat apa ynag ada di kolong kasurnya. "Ternyata itu buku, sepertinya ini menyenangkan" Kata Ricky. Ricky menggapai buku itu dan mengambilnya. Buku itu berwarna biru polos, tanpa judul. "Wow keren. Aku kira tidak ada apa apa di kolang kasur ini" kata Ricky senang. Ricky membuka buku itu. Tapi, yang ada di dalam buku itu adalah tidak ada alias kosong. "apa apaan ini! buku ini kosong, pantas saja disimpan di kolong tempat tidur! huh, kukira ini akan menjadi menyenangkan." kata Ricky.

Keesokan harinya, saat malam, di kamarnya, Ricky sedang melihat buku itu. Dia masih tidak percaya buku itu kosong. seharusnya, buku itu berisi petualangan. Ricky membaca surat dari Jess lagi. Dia tercengang melihat bacaan "kunci dari semuanya adalah 'buka pikiranmu seluas luasnya'". Ricky sadar, kunci untuk membaca buku itu adalah 'buka pikiranmu seluas luasnya'. "Akhirnya aku menemukan kuncinya" Gumam Ricky senang. Setelah Ricky tau kuncinya, di langsung berdiri dan meletakkan buku iitu di atas kasurnya. Ricky pun memulai kuncinya. Ricky menutup matanya, kemudian di membuka pikirannya seluas luas nya yang dia bisa (maklum Ricky kan punya imajinasi yang tinggi, jadi bisa membuka pikirannya), Ketika dia membuka matanya, dilihatlah sebuah buku biru kira kira 10 halaman dengan judul " Terabithia". Ricky kaget sekali melihat buku itu. "ini kan, nama kerajaan tengah hutan itu. Siapa tau aku dapat informasi dari buku ini." Gumam Ricky. Ricky membuka buku itu dan berniat untuk membacanya. Tetapi tiba tiba Jade masuk ke kamarnya. " Ricky, kenapa kamu belum tidur?" tanya Jade. "Aku belum ngantuk bu." Jawab Ricky. "Hey buku apa itu? coba ibu lihat." Tanya Jade. "Umm, baiklah bu, ini" Ricky memberikan buku itu kepada ibunya. " Apa ini? buku ini kosong? Jadi, tadi kau membaca buku kosong, ya?" Tanya Jade. "Hah? emm maksudku itu buat catatanku bu." Kata Ricky kaget. "Ya sudah kalau begitu, sudah malam tidur ya" Kata Jade. "ohh, iya bu" kata Ricky

To be continued...

Jess nya pasti balik lagi kok tenang aja
Next chapter: Second New Comers
Read More

Bridge To Terabithia 2 Chapter 2

Chapter 2: Kunjungan Terakhir Jess

Langit sangat gelap, bunga sudah banyak yang layu. Jess tiba di jembatan Terabithia. Jembatan itu sudah tidak berwarna lagi. Jess melihat kebawah , air sungainya sangat tinggi. Di Terabithia pun sangat sepi, tak ada orang! Jess melihat sekelilingnya dan didapatinya sesosok bayangan di balik pepohonan, sosok itu diam, tidak bergerak. Tiba-tiba Jess mendengar
 suara rintihan "Jess....Tolong....Aku...." Jess sadar, suara itu tidak asing di telinganya, itu adalah suara Leslie! "Jess....Tolonglah.....Tolonglah aku..." Suara rintihan itu terdengar lagi. Jess hanya bisa terpaku di tempatnya, tak bisa bergerak. Jess terus memandangi sosok itu, tapi yang terlihat hanyalah bayangannya saja. Tiba-tiba sosok itu ditangkap oleh sesosok bayangan hitam, terbang, dan menghilang. Tiba tiba terdengar tertawa jahat. "Huahahahaha, dia ada bersamaku, di penjara KU!". Jess tidak bisa berbuat apa apa. Tidak bisa bergerak, tidak bisa bicara pula. Padahal dia tahu itu adalah Darkmaster. Tetapi, tanpa ada apa pun, akhirnya Jess bisa berteriak "LLEEEESSSSLlllIIIEEE!!!!!!"

Jess beranjak dari tempat tidurnya, dia sadar itu semua hanya mimpi. " Hah..hah.. itu semua hanya mimpi, mimpi yang buruk. Tenangkan dirimu Jess..." Gumamnya. Dia segera melihat jam yang ada di mejanya. Ternyata sekarang masih jam 7 pagi. Tetapi Jess untuk berniat pergi ke Terabithia karena dia khawatir karena mimpi tadi. Dia pun turun kebawah dan melihat sekelilingnya. Dia melihat banyak kotak kotak dan barang barang lain yang sudah dibungkus. Tetapi, kulkasnya belum dibungkus. Jess mengambil makanan dan minuman dari dalm kulkas dan memakannya. Setelah selesai makan Jess pun langsung memakai sepatunya. Tetapi, Tiba-tiba Mary datang. "kau mau kemana, Jess?" Tanya Mary. "aku akan jalan jalan sebentar" Jawab Jess. "baiklah, tapi jangan lama lama kau belum sarapan." Kata Mary. "baiklah , bu" Kata Jess.

Setelah memakai sepatu, Jess langsung pergi ke Terabithia. Dia melewati jalanan, padang rumput, bukit bukit, dan akhirnya sampai di sebuah hutan dimana Terabithia berada. Dia masuk kedalam hutan. "Sudah 7 tahun aku tidak kemari." Gumam Jess. Setelah jalan sebentar, sampailah dia di jembatan Terabithia. Jembatan itu sudah tidak berwarna ungu cerah lagi, melainkan ungu yang sudah sangat tua. Di atas jembatan itu, banyak sekali daun daun berwarna coklat berserakan. "Kelihatannya jembatan ini sudah rapuh" Gumam Jess. Jess berniat untuk mengetes jembatan itu. Dia meletakkan satu kakinya di jembatan itu dan menghentakkan kakinya. "Sepertinya masih kuat" Gumam Jess. Akhirnya, Jess juga meletakkan kakinya yang satunya di jembatan itu, sekarang dia sudah benar benar berdiri di jembatan itu. Jess mencoba dulu loncat kecil untuk memastikan jembatan itu aman. Ternyata benar jembatan itu tidak hancur. "huh,, Jembatan ini masih aman" Gumam Jess.

Setelah itu, Jess pun melakukan hal yang sangat penting yang dibutuhkan jika ingin melihat Terabithia, yaitu 'bukalah pikiranmu seluas luasnya'. Jess menutup matanya, dan membuka pikirannya seluas luasnya. Ketika ia membuka matanya, akhirnya dia dapat melihat lagi Terabithia yang cantik nan indah itu. Penduduk Terabithia juga bermunculan satu per satu. "Anda kemana saja, Tuan? Kenapa anda jarang kemari, Tuan?" Tanya salah satu penduduk Terabithia. "Maafkan aku, tapi aku kesini karena ada urusan penting." Jawab Jess. "Urusan apa, Tuan?" Tanya penduduk itu lagi. "Baiklah, aku akan pindah rumah hari ini dan tidak bisa mengurus Terabihia lagi, maafkan aku. Tapi, aku akan menulis sepucuk surat untuk siapa saja yang akan tinggal di rumahku nanti." Kata Jess. "Baiklah kalau begitu, Tuan." Penduduk itu setuju dengan keputusan Jess. "Bolehkah aku jalan jalan sebentar?" Tanya Jess. "Apapun untukmu, Tuan." Jawab Penduduk itu.

Jess pun segera masuk ke dalam Terabithia. Tujuan Jess adalah masuk ke dalam rumah pohon. Di depan rumah pohon, berdirilah Giant Troll. Jess mendekatinya. "Umm Hey, Jika kau melihat orang lain selain aku disini, dan kau melihatnya. Jangan takuti dia, karena dia akan menjadi raja baru di sini, OK?". Troll itu hanya mengangguk tanda mengiyakan omongan Jess. Troll itu tahu tujuan Jess, ia mengangkat Jess menuju ke atas rumah pohon dan Troll itu lagsung pergi. "Hey, terima kasih ya!" Teriak Jess. "Hmm, ini terakhir kalinya aku ke Terabithia, aku harus meluangkan waktu sebaik baiknya." Gumam Jess.

Setelah 5 menit Jess melamun, Jess melihat ada yang bergerak di balik pepohonan. "Apa itu?" Gumam Jess. Akhirnya Jess dapat melihat dengan Jelas sosok itu. sosok itu memakai gaun putih pendek dengan rambut pirang lurus agak panjang. Tidak salah lagi itu LESLIE. sosok itu pun jalan menuju tengah hutan. Tanpa ragu-ragu Jess mengejar sosok itu yang dianggap Leslie oleh Jess. Tapi, tiba tiba sosok itu menghilang di balik pepohonan. Jess tertunduk. "Leslie! ya, itu dia! LESLIE!" Teriak Jess. Jess akhirnya meneteskan air mata. "Aku tau itu kau kan, Leslie? Kau ingin menyampaikan sesuatu padaku kan? Kau ingin aku menyelamatkanku dari penjara Darkmaster kan? Aku tahu, ternyata mimpi itu benar. tetapi, maaf aku tak bisa menyelamatkanmu, aku akan pergi." Kata Jess sambil menangis. Akhirnya, Jess menangis keras di Terabihia

Jess pulang pada siang harinya. "Aku pulang" Teriak Jess. "Kemana saja kau? Lihat, sekarang sudah siang. Cepat makan! setelah itu, ambil barang barangmu yang ada di atas." Kata Mary. Setelah makan, Jess segera naik ke atas dan mengambil barang barangnya. "sepertinya aku lupa sesuatu.... Oh iya, surat!" Gumam Jess. akhirnya Jess merobek selembar kertas dan ia membuat sepucu surat. Surat itu ia lempar ke pojok ruangan. Jess segera turun ke bawah dan menyimpan barang barangnya di dalam mobil. "sudah beres" Kata Jess. "Tidak ada yang ketinggalan?" Tanya Jack. "Tidak ada" Jawab Jess. Seelah semua siap, mereka pun pergi ke New York!

To be continued...

Next Chapter: New Comers
Read More

Bridge To Terabithia 2

perbaikan dari yang sebelumnya (lebih jelas):

Bridge to Terabithia 2: Saving Leslie and New Comers

Chapter 1: Keputusan yang Mendadak

Jess adalah raja dan Leslie, sahabatnya adalah ratu di kerajaan imajinasi, Terabithia. Tapi sayangnya, Leslie meninggal dan eninggalkan semuanya, termasuk Jess dan Terabithia. Maybelle, adik dari Jess, akhirnya menjadi ratu baru di
Terabithia setelah Leslie meninggal. Tetapi tetap saja, Jess tidak bisa melupakan Leslie.

Hari itu, Jess sedang berada di Terabithia. Dia sedang duduk di dalam rumah pohon yang dia buat bersama Leslie. Dia merenungkan semua kenangannya bersama Leslie, termasuk pada saat dia pergi bersama Ms. Edmunds dan tidak mengajak Leslie. itulah kenangan yang paling menyakitkan baginya. Sudah berjam-jam Jess berada di Terabithia. Hari sudah petang, dan Jess pun memutuskan untuk pulang.

Jess baru saja tiba di depan rumah dan ketika itu Maybelle datang dan bertanya kepadanya. "Kau dari mana? Pasti dari Terabithia! Kenapa kau tidak mengajakku?" Tanya Maybelle. "Ya, ya benar aku habis dari Terabithia, tapi aku sedang ingin kesana sendirian, jadi aku tidak mengajakmu." Jawab Jess. "Jess jahat!" Teriak Maybelle. Tiba tiba Mary, ibu Jess datang. "Hey, hey, hey Jangan bertengkar. Ayo masuk ke dalam rumah, matahari sudah tenggelam" ajak mary

Sejak saat itu, Jess jarang sekali ke Terabithia. Tanpa Leslie, dia tidak begitu gembira ke Terabithia. Akhirnya waktu bergulir terus. Jess pun semakin bertambah umur.

7 tahun berlalu, Jess sudah berusia 20 tahun. Dan dia sekarang sudah menjadi seniman yang terkenal dan kaya raya. Tetapi sayangnya, dia juga sudah semakin lupa pada Terabithia. Dia sudah jarang sekali pergi ke sana. Dia tidak tau keadaanya.

Pada suatu malam, keluarga Aarons semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga. Semuanya sedang gembira dan tertawa melihat acara di televisi. "Hahaha, itu lucu sekali! Lihat!" Teriak Maybelle. Maybelle yang sekarang sudah remaja pun sepertinya juga telah melupakan Terabithia. Acara itu pun selesai, Jess segera memindahkan stasiun televisinya. "Baiklah anak-anak, sepertinya sekarang kita harus memberitahu sesuatu." Kata Jack, ayah Jess. "Apa itu?" Tanya Maybelle penasaran. "Baiklah, besok kita akan pindah rumah, kita akan ke New York" Kata Mary. "Apa? Kenapa mendadak sekali? bagaimana keadaan Les- umm maksudku bagaimana dengan barang barang yang ada di rumah ini?" Tanya Jess. "Semua sudah dipersiapkan, Jess. tinggal barangmu saja yang belum dibereskan" Jawab Mary. "Bagaimana dan dimana kita akan tinggal di New York?" Tanya Jess lagi. "Semua sudah dipersiapkan dengan matang, Jess. Kita tinggal mengurus semuanya di New York." Jawab Jack tenang. "Baiklah. tapi, bolehkah aku jalan jalan dulu besok pagi?" Tanya Jess. "Tentu" Jawab Jack singkat. Karena percakapan tadi, Jess teringat segala sesuatu tentang Terabithia dan Leslie.

Jess langsung pergi ke kamarnya dan lagsung membereskan barang barangnya, termasuk buku gambarnya dulu yang ada gambar Leslie di tengah buku itu. Jess pun kembali mengingat masa lalu nya yang indah bersama Leslie. Setelah selesai membereskan semuanya, Jess pun langsung tertidur pulas.

To be continued
break dulu
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © iBz | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com